ERASTORI.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) melalui Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) kembali menorehkan langkah maju dalam dunia pendidikan. Kali ini, Bolsel hadir dalam sosialisasi sekaligus pelatihan penggunaan aplikasi canggih “Si-Redi” (Sistem Informasi Revitalisasi dan Digitalisasi) yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus.
Kegiatan bergengsi ini berlangsung di Jalan TB Simatupang No. 30, Jakarta Selatan, Rabu–Jumat (24–26 September 2025), dan dibuka langsung oleh Dirjen Vokasi, Tatang Mutaqqin, S.Sos., Med.
Menurut Kepala SPNF SKB Bolsel, Martinus Inyoman Suarjana, aplikasi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan zaman.
“Si-Redi bukan sekadar aplikasi, tapi mesin penggerak baru yang akan mengorganisir, mendokumentasikan, sekaligus memastikan seluruh tahapan program pendidikan berjalan sistematis, transparan, dan sesuai Juknis. Ini era baru digitalisasi pendidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Si-Redi akan bersinergi dengan instrumen e-Monev untuk memperkuat monitoring dan evaluasi revitalisasi pendidikan.
Senada dengan itu, Kepala Disdikbud Bolsel Rante Hattani menegaskan bahwa manfaat aplikasi ini sangat strategis.
“Si-Redi akan memudahkan pengawasan terhadap bantuan satuan pendidikan, baik pembangunan maupun rehab gedung, serta mendukung penuh transformasi digital pembelajaran. Kami optimis, implementasi aplikasi ini akan melahirkan lompatan besar bagi mutu pendidikan Bolsel,” tandasnya
Keikutsertaan dalam sosialisasi ini, Disdikbud Bolsel melalui SPNF SKB, memastikan diri berada di garda terdepan mendukung revitalisasi pendidikan nasional berbasis digital.
Untuk diketahui, tahun 2025 ini, SPNF SKB Bolsel mendapatkan bantuan revitalisasi berupa bangunan baru, untuk ruang kelas dan praktik serta bantuan seperangkat alat digitalisasi pembelajaran, dari Kementerian Pendidikan RI.***






