Kotamobagu – Pihak STIE Widya Darma Kotamobagu membantah isu yang beredar terkait dugaan penahanan buku rekening/ATM serta pemotongan dana bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah oleh pihak kampus.
Ketua STIE Widya Darma Kotamobagu, Saldin Paputungan, menegaskan bahwa tidak ada praktik penahanan maupun pemotongan dana tersebut.
“Kampus terbuka bagi masyarakat untuk mengecek kapan pemotongan itu dilakukan. Selama ini tidak ada praktik seperti itu, termasuk penahanan buku ATM penerima. Semua hak penerima KIP sudah disalurkan sesuai mekanisme yang diatur pemerintah,” kata Saldin saat dikonfirmasi, Senin 25 Agustus 2025.
Pihak Senat juga menegasakan bila informasi tersebut adalah berita hoaks.
“Kami menegaskan bila informasi yang beredar tidaklah benar atau hoaks. Kami juga mengimbau agar masyarakat bisa lebih kritis dalam menerima informasi yang ada,” tutur Ketua Senat STIE Widya Darma Kotamobagu, Herry Mokoginta.
Hal senada disampaikan Ketua BEM STIE Widya Darma Kotamobagu, Novita Lauso, yang menegaskan bahwa isu yang beredar tidak benar dan justru menimbulkan kesalahpahaman.
“Segala proses KIP berjalan sesuai aturan. Tidak ada praktik penyalahgunaan maupun tindakan yang merugikan mahasiswa. Isu ini justru mencoreng nama baik kampus dan pimpinan,” ucapnya.
Ia juga mengimbau mahasiswa agar lebih bijak menyikapi informasi dan tidak mudah terprovokasi.
Bantahan juga datang dari mahasiswa penerima KIP.
Siti Tsabitha Tungkagi, salah satu penerima, menegaskan bahwa buku rekening dan kartu ATM sepenuhnya dipegang langsung oleh mahasiswa.
“Saya pribadi menyimpan dan memegang ATM KIP, begitu juga teman-teman kelas saya,” tuturnya.
Pernyataan serupa disampaikan Radit Leonardi Tabo, penerima KIP lainnya.
“Informasi penahanan ATM dan pemotongan biaya hidup itu tidak benar. ATM dan buku rekening sepenuhnya ada di tangan mahasiswa, dan dana KIP tidak pernah dipotong pihak kampus,” ujarnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak kampus maupun mahasiswa penerima berharap isu yang beredar tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat.






