ERASTORI.COM – Senyum gugup bercampur antusias terlihat di wajah para siswa SMP di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Rabu pagi (27/8/2025). Dengan seragam rapi, mereka memasuki ruang ujian komputer untuk mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang digelar serentak di 21 sekolah.
Selama dua hari, 27–28 Agustus 2025, ratusan siswa berjuang menjawab soal literasi dan numerasi yang akan menentukan potret kualitas pendidikan di Bolsel.
Kepala Disdikbud Bolsel, Rante Hattani, S.Pd, M.Si, menegaskan bahwa ANBK bukan hanya sekadar tes, melainkan cerminan dari wajah pendidikan daerah.
“Dari sinilah kita tahu sejauh mana kualitas pembelajaran yang sudah berjalan, sehingga hasilnya bisa menjadi dasar perumusan kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bolsel,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar, Satria Arjad, S.Pd, menurutnya ANBK adalah kompas yang menunjukkan arah pembenahan pendidikan.
“Kita bisa melihat kekuatan dan kelemahan yang ada. Dari situ, sekolah bisa berbenah, guru bisa menyesuaikan strategi, dan pemerintah bisa menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Di sisi lain, Disdikbud juga memastikan seluruh sekolah telah siap melaksanakan asesmen berbasis komputer. Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dikdas, Abdul Ahmad Pakaya, S.Pi, menuturkan, fasilitas di sekolah terus dipacu agar pelaksanaan ANBK berjalan lancar.
“Harapan kami, hasil ANBK tahun ini benar-benar mencerminkan kemampuan siswa secara objektif, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memacu kualitas pendidikan di Bolsel,” pungkasnya.
Bagi para siswa, ANBK menjadi pengalaman baru yang menantang sekaligus membanggakan. Dengan semangat dan optimisme, mereka percaya bahwa kerja keras hari ini akan membawa pendidikan Bolsel selangkah lebih maju. (Hiro)






