KOTAMOBAGU – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulut menggelar Pelatihan Jurnalistik bertajuk “Memperkuat Kompetensi Jurnalis Menulis Investasi Unggulan Sulut”, didukung sepenuhnya oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotamobagu dan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM).
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 20–21 Agustus 2025, di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, dengan diikuti sekitar 30 wartawan dari Bolmong, Bolsel, hingga perwakilan media di BMR. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman jurnalis terkait kaidah jurnalistik, kode etik, literasi digital, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam kerja jurnalistik.
Presiden Direktur PT JRBM, Anang Rizkani Noor, yang menghadiri langsung serta tampil sebagai salah satu pemateri, menyampaikan apresiasi besar atas terselenggaranya pelatihan ini.
“Dengan kemajuan teknologi, termasuk hadirnya AI, wartawan tetap membutuhkan keterampilan menulis yang kuat. Pelatihan dan Kehadiran jurnalis senior sebagai pemateri, seperti Wicaksono, menambah bobot kegiatan ini,” katanya.
Anang juga berbagi sisi personalnya. “Saya punya hobi membaca dan menulis. Dulu sebenarnya ingin jadi wartawan, tapi jalannya berbeda,” ujarnya, yang disambut gelak tawa peserta.
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, yang turut hadir sekaligus menjadi Dewan Penasehat GP Ansor Sulut, memberikan apresiasi tinggi kepada JRBM.
“Kegiatan ini sangat positif. Tidak banyak perusahaan yang mau berkontribusi langsung pada peningkatan kapasitas jurnalis. Pemerintah Kota Kotamobagu memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada PT JRBM,” tegasnya.
Dari pihak penyelenggara, Fahmi Gobel selaku pengurus GP Ansor Sulut menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar agenda rutin, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas pers lokal.
“Jurnalis adalah mitra strategis pembangunan. Dengan pelatihan ini, kami ingin para wartawan semakin siap menghadapi tantangan baru, termasuk menulis isu-isu strategis seperti investasi dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Materi yang disampaikan para narasumber berlangsung padat dan interaktif. Mantan wartawan senior Tempo, Wicaksono atau akrab disapa Ndoro Kakung misalnya, mengingatkan pentingnya integritas dan konsistensi seorang jurnalis. Menurutnya, wartawan yang baik harus terus membaca dan berlatih menulis, sambil menjaga kepercayaan publik. “Itu modal utama yang tidak boleh hilang,” tegasnya.
Sementara itu, Supardi Bado, trainer bersertifikat Google yang juga penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW), menekankan pentingnya literasi digital. Ia menyebut di era Google, media sosial, dan AI, wartawan tidak bisa hanya menjadi pengguna pasif teknologi. Sebaliknya, mereka harus mampu memanfaatkan alat digital secara kreatif untuk memperkuat kualitas pemberitaan.
Pandangan lain disampaikan oleh Junaidi Amra, Ketua PWI Kotamobagu. Ia menekankan bahwa kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers merupakan pagar yang menjaga kredibilitas profesi wartawan. “Kalau pagar ini dilewati, maka jurnalisme bisa kehilangan kepercayaan publik,” katanya.
Selama dua hari, para peserta terlihat antusias mengikuti materi, diskusi, hingga praktik langsung menulis berita dan feature.
Randi Manangin, salah satu peserta, menilai pelatihan ini memberi wawasan baru. “Materinya sangat bermanfaat. Saya jadi lebih paham bagaimana menulis berita investasi dengan perspektif yang tepat,” katanya.
Peserta lainnya, Agung Dondo, menambahkan bahwa kegiatan ini membuka ruang diskusi yang segar. “Selain ilmu, kami bisa berdiskusi langsung dengan pemateri berpengalaman. Terima kasih kepada PT JRBM yang sudah mendukung penuh kegiatan ini,” ujarnya.
Acara ditutup dengan penuh keakraban melalui ramah tamah dan penyerahan cendera mata. Pelatihan ini bukan hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, tetapi juga mempertegas komitmen JRBM dalam mendukung pembangunan SDM dan penguatan peran pers di Sulawesi Utara.*
[17.10, 1/9/2025] Fauzi Permata JRBM: Gereja Santa Teresa Kalkuta Dumagin A Diresmikan, JRBM Beri Dukungan
BOLSEL – Suasana penuh sukacita menyelimuti Desa Dumagin A, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), pada Jumat (29/8). Umat Katolik setempat merayakan momen bersejarah, yakni Perayaan Syukur Pemberkatan dan Peresmian Gereja Katolik Santa Teresa Kalkuta Stasi Dumagin A, Paroki Santa Maria Pengantara Kosio Barat.
Acara sakral ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Manado, MGR Benedisctus Estephanus Rolly Untu MSC, yang secara resmi memberkati sekaligus meresmikan gereja baru tersebut.
Dalam homilinya, Uskup Rolly Untu MSC menyampaikan pesan syukur dan harapannya agar gereja yang baru diresmikan ini menjadi pusat iman, kasih, dan persaudaraan bagi seluruh umat.
“Gereja ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi rumah rohani tempat kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan membangun persaudaraan sejati di tengah masyarakat. Semoga umat Stasi Dumagin A semakin kokoh dalam iman, serta menghadirkan damai dan sukacita Kristus bagi semua orang,” ungkap MGR Rolly.
Acara peresmian turut dihadiri berbagai pihak, termasuk General Manager External and Security PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), Andreas Saragih, yang memberi memberi dukungan dan apresiasi atas pembangunan rumah ibadah ini.
Sangadi Dumagin A, Wilmar Keni, dalam kesempatan itu selaku pemerintah menyampaikan apresiasi atas terwujudnya pembangunan gereja dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan PT JRBM.
“Atas nama pemerintah Desa Dumagin A, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat, pihak gereja, serta PT JRBM yang telah memberi dukungan terhadap kegiatan hari ini. Kehadiran gereja baru ini akan menjadi pusat pembinaan iman dan juga memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Wilmar.
Ia menambahkan, dukungan perusahaan yang hadir di tengah masyarakat sangat berarti, khususnya dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
“Kami berharap sinergi yang baik ini terus terjalin, sehingga pembangunan di desa kami bukan hanya fisik, tetapi juga menyentuh kehidupan rohani dan kebersamaan masyarakat,” pungkasnya.
Perayaan syukur yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini ditutup dengan kebersamaan penuh sukacita antara umat, tokoh gereja, pemerintah daerah, serta pihak yang terlibat dalam pembangunan. Gereja Santa Teresa Kalkuta kini resmi berdiri sebagai simbol iman dan persaudaraan di tengah umat Katolik Desa Dumagin A.(*)








