ERASTORI.COM, BOLSEL – Dalam rangka memperingati Hari Posyandu Nasional yang jatuh pada tanggal 29 April 2025, Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Suhartini Damo ingatkan pentingnya peran kader Posyandu dalam mencegah peningkatan angka Stunting.

“Melalui posyandu, tumbuh kembang anak bisa dipantau secara rutin. Berat badan, tinggi badan, dan asupan gizi anak akan terus dikontrol. Ini langkah penting untuk mencegah stunting sejak dini,” jelas Suhartini, Selasa 9 April 2025.
Menurutnya, kader posyandu memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada wanita hamil hingga remaja, mengenai pola hidup sehat, sekaligus sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting.

“Kader posyandu harus menjalankan fungsi sebagai penggerak dan penyuluh kesehatan masyarakat. Harus selalu aktif menyebarkan informasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat, memfasilitasi pelayanan kesehatan, serta melakukan pencatatan kegiatan di wilayah masing masing,” katanya.
Lanjutnya, peran aktif kader posyandu harus dibarengi dengan ibu-ibu yang secara rutin memeriksakan kesehatan anak ke posyandu, maka deteksi dini gejala stunting bisa segera diketahui.

“Jangan tunggu anak di vonis stunting. Lebih baik dicegah dengan rutin periksa ke posyandu. Apalagi semua layanan kesehatan di Posyandu itu gratis,” ucapnya.
Lebih jauh, dengan semangat Hari Posyandu Nasional, Damo mengajak masyarakat semakin menyadari pentingnya keberadaan dan peran posyandu dalam menjaga kesehatan keluarga.
“Ayo kita manfaatkan layanan posyandu yang selalu tersedia setiap bulan, dan dilaksanakan disetiap desa,” harapnya.

Lebih jauh Kadis menegaskan, pihak terus berkomitmen, untuk terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, demi terciptanya masyarakat yang sehat dan sejahtera, menuju Indonesia Emas tahun 2045.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan edukasi tentang hidup sehat kepada masyarakat dan terus aktif dalam pencegahan stunting, dengan mengingatkan pentingnya pengukuran berat, tinggi, dan lingkar kepala bayi, serta memberikan penyuluhan gizi,” pungkasnya.***






