ERASTORI.COM, BOLSEL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), melakukan monitoring pekerjaan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah), sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja rumah sakit, termasuk fasilitas, pelayanan, dan pelaksanaan proyek pembangunan yang sudah selesai dan dalam proses pengerjaan.
Ketua Komisi III DPRD Bolsel Fadli Tuliabu mengatakan, monitoring ini bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan, pemanfaatan anggaran, dan kepastian tersedianya fasilitas yang memadai bagi masyarakat.
“Kami datang langsung di RSUD Bolsel untuk memastikan, pelayanan kesehatan tidak terganggu dengan adanya rehab total beberapa bangunan,” ucap Fadli, Senin 28 April 2025.
Ia juga mengungkapkan, pihak melaku uji petik pekerja tahun anggaran 2024.
“Hasil pantau kami, pembangunan fisik sudah cukup baik, hanya saja ada beberapa fasilitas kesehatan harus dilengkapi ataupun diperbaiki,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bolsel Zulkarnain Kamaru menyarankan pembangunan gedung baru harus dipikirkan dan diatur dengan baik.
“Tahun ini kita mendapatkan kucuran anggaran yang begitu besar untuk pembangunan gedung empat lantai,” katanya.
Zulkarnain juga memastikan, pihaknya akan terus mengawasi pelaksanaan pembangunan gedung baru RSUD Bolsel.
“Harapan kami, pembangunan ini selesai tepat waktu dan dikerjakan sesuai dengan RAB dalam kontrak,” teganya.
Ditempat yang sama, Dirut RSUD Bolsel dr. Saldy Mokodongan menyambut baik kunjungan DPRD Bolsel.
“Kami juga menyampaikan beberapa keluhan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD Bolsel,” terangnya.
Ia juga berharap dengan adanya pembangunan gedung baru ini, bisa meningkatkan pelayanan kesehatan dan menaikkan status akreditasi RSUD Bolsel.
“Kami terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Bolsel,” pungkasnya.
Diketahui, total anggaran pembangunan RSUD Bolsel tahun 2025 dari pemerintah pusat untuk bidang kesehatan, sebesar Rp 170 miliar. Anggaran ini terbagi Rp 150 miliar untuk pembangunan fisik rumah sakit dan Rp 20 miliar untuk pengadaan alat kesehatan.
Turut Hadir, Anggota DPRD Bolsel Marsel Aliu, Salman Mokoagow, Nindy Badu, Olivia Paputungan. (Hiro)






