KOTAMOBAGU- 28 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu ambil bagian dalam ajang Lomba Inovasi Daerah atau Innovative Government Award (IGA) 2026.
Ajang yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kotamobagu ini menjadi wadah bagi perangkat daerah untuk mempresentasikan berbagai inovasi yang telah dikembangkan dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, mewakili Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib.
Plt Kepala Bappelitbangda Kotamobagu, Retna Sari Damopolii, mengatakan IGA menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong lahirnya inovasi yang memiliki manfaat nyata dan dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, inovasi yang ditampilkan peserta tidak hanya dinilai dari sisi kreativitas, tetapi juga dari penerapan dan manfaatnya terhadap masyarakat.
“Tentu dengan harapan menjadi ruang untuk menampilkan berbagai inovasi yang aplikatif, kreatif, dan memiliki nilai manfaat bagi daerah,” ujar Retna.
Salah satu kategori yang turut dilombakan tahun ini yakni inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diarahkan pada sektor persampahan.
Beragam inovasi juga ditampilkan peserta dari sejumlah sektor. UPTD Puskesmas Gogagoman, misalnya, membawa program “Kurma Rigawa Gemoy” yang memberikan layanan home care bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Sementara itu, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran memperkenalkan aplikasi SIAP-TERTIB. Aplikasi tersebut dibuat untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan terkait gangguan ketertiban umum maupun kejadian kebakaran.
Inovasi lainnya datang dari Inspektorat Daerah Kotamobagu melalui program TUNTASKAN TGR yang berfokus pada percepatan dan efektivitas tindak lanjut hasil pemeriksaan, terutama yang berkaitan dengan kerugian daerah.
Sektor pendidikan juga turut meramaikan kompetisi. MAN 1 Kotamobagu menampilkan inovasi FELAGO atau Fashion Pelepah Pisang Goroho serta NaviHead/Topi Tunanetra Pintar yang dikembangkan melalui riset teknologi.
Untuk menilai berbagai inovasi tersebut, Pemkot Kotamobagu menghadirkan tiga juri yang memiliki latar belakang pemerintahan, penelitian dan inovasi.
Ketiganya yakni Prof. Dr. Herie Saksono dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Anthonius Riva dari Kementerian Dalam Negeri, serta Sekda Kotamobagu Sofyan Mokoginta.
Melalui pelaksanaan IGA 2026, Pemkot Kotamobagu berharap budaya inovasi semakin berkembang di lingkungan pemerintahan.
Inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada ajang perlombaan, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta penyelenggaraan pemerintahan di Kota Kotamobagu.*






