Kotamobagu – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Darma Kotamobagu, Saldin Paputungan, membantah adanya isu pemotongan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) oleh pihak kampus.
Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan telah disalurkan dengan tepat kepada mahasiswa yang berhak.
“Semua informasi tersebut jelas tidak benar. Bantuan KIP semua telah disalurkan dengan tepat kepada mahasiswa. Jadi isu itu tidak benar,” tegas Saldin, Selasa (18/3/2025).
Saldin menambahkan bahwa pihak kampus tidak pernah melakukan pemotongan atau pungutan apa pun terhadap bantuan yang diterima mahasiswa.
Bahkan, STIE Widya Darma memastikan bahwa mahasiswa yang memenuhi syarat sebagai penerima bantuan KIP mendapatkan prioritas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, STIE Widya Darma Kotamobagu juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat 3 untuk pengelolaan KIP terbaik di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI di tahun 2024.
Prestasi ini jelas menjadi bukti bahwa kampus berkomitmen penuh dalam mengelola bantuan pendidikan secara transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, sejumlah mahasiswa penerima bantuan KIP juga membenarkan pernyataan tersebut.
Aldo, salah satu mahasiswa penerima KIP, menyatakan bahwa bantuan diterima secara utuh tanpa adanya potongan dari pihak kampus.
“Saya menerima bantuan KIP tanpa ada potongan sepeser pun. Pihak kampus justru banyak membantu kami mahasiswa,” kata Aldo.
Hal senada juga disampaikan oleh Aris Mokoagow, mahasiswa lainnya yang menerima bantuan KIP.
Menurutnya, isu pemotongan bantuan KIP yang beredar tidak memiliki dasar yang jelas.
“Saya merasa terbantu dengan adanya KIP ini. Pihak kampus juga transparan dalam penyaluran bantuan, jadi saya rasa tuduhan itu tidak benar,” ujar Aris.
Mahasiswa penerima bantuan juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kampus atas kesempatan yang diberikan untuk mendapatkan bantuan KIP, yang sangat membantu mereka dalam melanjutkan pendidikan.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak kampus, pencapaian prestasi dalam pengelolaan KIP, serta pernyataan langsung dari mahasiswa penerima, diharapkan isu pemotongan bantuan KIP ini tidak lagi menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa dan masyarakat.*






