KOTAMOBAGU- Wakil Wali (Wawali) Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Sulawesi Utara dan Gorontalo Tahun 2026 yang berlangsung di NDC Hotel & Resort Manado, pada Rabu (29/7/2026).
Kehadiran Wawali Kota dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu, Melky Mokoginta, menjelaskan bahwa partisipasi Pemerintah Kota Kotamobagu dalam Rakorwil TPAKD merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah provinsi, dan seluruh anggota TPAKD.
“Hadirnya Bapak Wakil Wali Kota dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu untuk terus mempererat sinergi dan kolaborasi bersama OJK, pemerintah provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat,” ujar Melky.
Ia menambahkan, rapat koordinasi tersebut juga menjadi forum untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Melalui Rakorwil TPAKD ini diharapkan lahir berbagai strategi yang mampu memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM serta menghadirkan layanan keuangan yang semakin mudah dijangkau oleh masyarakat,” tambahnya.
Rapat Koordinasi Wilayah TPAKD Tahun 2026 diikuti para kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah se-Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert H.P. Sianipar, serta jajaran perangkat daerah dari kedua provinsi.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat dalam mendorong inklusi keuangan, memperluas akses pembiayaan produktif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.*





