ERASTORI.COM – Menjelang perayaan Natal tahun 2025, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Ustadz, Drs. Ramin Pulumuduyo, menyampaikan imbauan penting kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga suasana damai, rukun, dan harmonis di tengah momentum keagamaan tersebut.
Menurutnya, perayaan Natal bukan hanya menjadi momen keagamaan bagi umat Kristiani, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat Bolsel untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan yang telah lama mengakar di daerah ini.
“Perayaan Natal 2025 perlu kita sikapi dengan baik dengan terus menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan kedamaian di tengah keberagaman. Mari saling menghormati perbedaan, tidak berlebihan dalam merayakan, dan tetap melibatkan umat agama lain dalam kegiatan sosial untuk mempererat persaudaraan,” ungkap Ketua FKUB.
Ia menegaskan bahwa Natal seharusnya menjadi ruang refleksi atas nilai-nilai universal yang bisa dihayati oleh semua umat beragama.
“Sebagai Ketua FKUB, saya menghimbau agar seluruh masyarakat menjaga harmonisasi antar umat beragama dan menjadikan Natal sebagai momen untuk merefleksikan nilai kasih, perdamaian, dan persaudaraan,” lanjutnya.
Selain itu, FKUB Bolsel memastikan kesiapan untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait jika muncul isu atau gerakan yang berpotensi memicu intoleransi di wilayah tersebut.
“Kami siap memberikan informasi dan berkoordinasi apabila terjadi sesuatu yang berkaitan dengan intoleransi di Kabupaten Bolsel. Kerukunan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Ramin.
Himbauan Penertiban Minuman Keras
Dalam kesempatan yang sama, Ketua FKUB juga mengingatkan masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk menertibkan peredaran dan konsumsi minuman keras sepanjang bulan Desember.
Ia menilai, miras kerap menjadi pemicu utama konflik horizontal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di tengah masyarakat.
“Kami juga menghimbau agar peredaran dan konsumsi minuman keras dapat ditertibkan selama bulan Desember. Banyak konflik sosial berawal dari persoalan miras, sehingga perlu ada kesadaran bersama untuk menjaga ketertiban, terutama menjelang dan selama perayaan Natal,” ujarnya.
Dengan rangkaian imbauan ini, FKUB berharap masyarakat Bolsel dapat menyambut Natal 2025 dengan penuh kegembiraan, kedewasaan, dan semangat mempererat persaudaraan lintas iman, serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. ***






