ERASTORI.COM – Malam di Pinolosian berubah hangat dan penuh haru ketika Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) H. Iskandar Kamaru, S.Pt, M.Si, bersama jajaran pejabat teras Pemkab Bolsel, tiba secara mendadak di kediaman Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, rombongan membawa tumpeng berhiaskan kalimat doa, menjadi kejutan istimewa di ulang tahun ke-56 sang Wakil Bupati.
Untuk diketahui, Wakil Bupati Bolsel Deddy Abdul Hamid, lahir pada hari Rabu, tanggal 5 November 1969.
Kehadiran Bupati dan rombongan sontak memecah suasana malam yang semula tenang. Dengan senyum hangat, Iskandar Kamaru memimpin rombongan memasuki halaman rumah, diiringi ucapan “Selamat ulang tahun” yang menggema, disambut haru oleh Deddy Abdul Hamid bersama keluarga.
Acara sederhana itu diawali doa penuh syukur yang dipimpin oleh Kepala Bappelitbangda Bolsel Rikson Paputungan, memohon keberkahan umur dan kesehatan bagi Wakil Bupati. Doa lalu berlanjut dengan pemotongan tumpeng oleh Ny. Rosdiana Abdul Hamid Lapatola, istri tercinta Wabup sekaligus Sekretaris TP-PKK Bolsel.
Potongan pertama diserahkan kepada Bupati Iskandar, simbol rasa hormat dan persaudaraan yang kian mempererat ikatan dua pemimpin daerah tersebut.
Suasana malam itu dipenuhi canda, tawa, dan keharuan. Tidak sekadar perayaan ulang tahun, tetapi juga simbol kebersamaan dan kesetiaan dalam memimpin Bolsel. Dalam sambutannya, Bupati Iskandar menyampaikan pesan menyentuh.
“Kami ini bukan hanya rekan kerja, tapi saudara seperjuangan. Pak Deddy adalah sosok yang sabar, tulus, dan selalu menguatkan. Kami akan terus bekerja demi rakyat Bolsel,” ujar Bupati dengan nada penuh persaudaraan.
Sementara itu, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid tampak terharu atas perhatian yang diberikan.
“Saya tidak menyangka sama sekali. Ini kejutan yang luar biasa. Terima kasih kepada Pak Bupati dan semua jajaran atas perhatian dan doa yang tulus,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Malam itu menjadi bukti bahwa soliditas dan keharmonisan kepemimpinan Bolsel, bukan hanya sebatas slogan, melainkan nyata dalam keseharian, dua sosok pemimpin yang saling mendukung, menguatkan dan melengkapi. ***






