ERASTORI.COM – Semangat mencerdaskan kehidupan bangsa terus menyala di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Para tutor Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bolsel) kembali menunjukkan dedikasi luar biasa dengan turun langsung ke desa-desa untuk mengajar warga belajar.
Kegiatan ini ini, sudah menjadi rutinitas setiap pekan. Kali ini berlangsung di Desa Milangodaa, Kecamatan Tomini, Rabu (1/10/2025), dan diikuti puluhan warga yang antusias menimba ilmu.
Dalam suasana penuh semangat, para tutor SKB mengajarkan berbagai materi dasar, mulai dari baca tulis, berhitung, hingga keterampilan hidup (life skill), yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kepala SPNF SKB Bolsel Martinus Inyoman Suarjana menjelaskan kepada media, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis masyarakat, yang menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi semua kalangan.

“Kami ingin memastikan tidak ada warga Bolsel yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan. Dengan turun langsung ke desa, kami bisa menjangkau lebih banyak masyarakat dan memahami kebutuhan belajar mereka,” ujarnya.
Langkah inspiratif para tutor ini pun menuai apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bolsel, Rante Hattani. Ia menilai, semangat para tutor menjadi bukti kuat bahwa pendidikan nonformal memiliki peran besar dalam membangun sumber daya manusia unggul di daerah.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi para tutor SKB yang terus bergerak di lapangan. Upaya ini luar biasa karena bukan hanya mengajar, tetapi juga menghidupkan semangat belajar masyarakat. Inilah wajah nyata pendidikan sepanjang hayat,” ungkap Rante Hattani dengan penuh kebanggaan.
Ia juga menegaskan, Disdikbud Bolsel sepenuhnya mendukung setiap langkah inovatif yang memperluas jangkauan pendidikan hingga ke pelosok.
“Kegiatan ini harus terus dilaksanakan, sebagai bagian dari misi menciptakan masyarakat yang cerdas, terampil, dan mandiri,” tuturnya.
Kepala Disdikbud Bolsel juga mengajak warga, untuk terus belajar demia meningkatkan taraf hidup yang lebih layak.
“Antusiasme warga belajar dalam kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak mengenal usia maupun batasan. Banyak di antara mereka yang kini mampu membaca, menulis, dan berhitung berkat bimbingan para tutor SKB,” ungkapnya.
Salah satu tutor SPNF SKB Bolsel, Ulva Tuliabu, menyampaikan bahwa semangat belajar tidak boleh padam, siapa pun dan di mana pun berada. Ia menilai, pendidikan merupakan bekal penting untuk mengubah kehidupan.
“Belajar itu tidak mengenal usia maupun tempat. Selama masih ada kemauan, kita bisa belajar di mana saja — bahkan di tengah desa sekalipun,” ujar Ulva.
Menurutnya, kegiatan pembelajaran yang dilakukan SKB bukan sekadar mengajarkan kemampuan dasar, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian masyarakat.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci untuk membuka masa depan yang lebih baik. Ketika warga semangat belajar, otomatis kualitas hidup mereka juga ikut meningkat,” pungkasnya. ***






