ERASTORI.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah. Salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan On The Job Training (OJT) Siklus 3 untuk program Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) bagi para guru jenjang SMP dan SMA/SMK.
Kegiatan yang digelar Kamis (30/10/2025) di SMP Negeri Momalia ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan Pembelajaran Mendalam yang telah dilaksanakan pada Agustus 2025. Program ini melibatkan para kepala sekolah dan guru dari satuan pendidikan penerima BOS Kinerja.
Tingkatkan Kompetensi dan Penerapan Kurikulum Merdeka
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Bolsel, Vera Abdullah, menjelaskan bahwa kegiatan OJT ini diikuti 16 guru jenjang SMP (14 peserta dan 2 fasilitator) serta 9 guru jenjang Dikmen (8 peserta dan 1 fasilitator).
“Melalui OJT ini, para guru diberi kesempatan untuk belajar langsung di lingkungan kerja mereka. Dengan begitu, hasilnya lebih nyata, kontekstual, dan mudah diterapkan di sekolah,” ujar Vera.
Ia menambahkan, semangat dari Pembelajaran Mendalam bukan hanya mencetak siswa yang pintar, tetapi juga menciptakan generasi yang berpikir kritis, reflektif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Karena sejatinya, guru itu harus belajar dulu sebelum mengajar,” tegasnya.
Wujud Komitmen Disdikbud Perkuat Profesionalisme Guru
Sementara itu, Kepala Disdikbud Bolsel, Rante Hattani, menilai pelatihan OJT menjadi momentum penting dalam memperkuat kemampuan pedagogik para guru, terutama dalam menyusun pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
“Guru tidak hanya dituntut untuk mengajar, tetapi juga menuntun siswa agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif,” jelas Rante.
Melalui pelaksanaan OJT Siklus 3, Disdikbud Bolsel berharap guru-guru di daerah mampu menerapkan pembelajaran mendalam secara efektif di ruang kelas.
“OJT ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung transformasi pendidikan berkelanjutan dan mencetak guru profesional di era Merdeka Belajar,” pungkas Rante Hattani. ***






