ERASTORI.COM, BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) akhirnya buka suara menanggapi opini yang beredar di media sosial terkait kinerja aparatur, kebijakan tenaga honorer, hingga isu pemotongan honor guru.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bolsel, Marwan Makalalag, S.Pd., dengan tegas menyatakan bahwa tudingan aparatur acuh terhadap rakyat adalah narasi keliru. Faktanya, seluruh perangkat daerah bekerja keras melalui program pembangunan, sosial, pendidikan, hingga kesehatan yang langsung dirasakan masyarakat.
“ASN Bolsel selalu hadir untuk rakyat. Menyebut aparatur hanya bergerak ketika ada ‘keuntungan’ itu jelas tidak berdasar dan merugikan citra ASN yang sudah berjuang penuh dedikasi,” tegasnya usai Apel Kerja di Kawasan Perkantoran Panango, Senin (22/9/2025).
Soal Honorer: Amanat Pusat, Bukan Kebijakan Sepihak
Menjawab isu pemberhentian tenaga honorer, ia menegaskan bahwa langkah tersebut adalah tindak lanjut regulasi pemerintah pusat dalam penataan tenaga non-ASN. Kebijakan ini bertujuan membentuk aparatur yang profesional, transparan, dan adil.
“Ini bukan bentuk ketidakpedulian, tetapi implementasi kebijakan nasional. Pemerintah daerah hanya menjalankan aturan agar tenaga kerja kita lebih terarah dan memiliki kepastian hukum,” jelas Marwan.
Klarifikasi Isu Pemotongan Honor Guru
Terkait isu honor guru, ia meluruskan bahwa kebijakan itu murni mengikuti Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025 tentang penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Regulasi terbaru tersebut memang membatasi honor guru honorer di sekolah negeri maksimal 20% dari pagu, berbeda dari sebelumnya yang bisa sampai 50%.
“Ini bukan kebijakan sepihak Pemkab, melainkan aturan nasional yang berlaku serentak di seluruh Indonesia. Justru langkah ini mendukung transisi tenaga honorer ke skema ASN-PPPK sehingga lebih terjamin kesejahteraannya,” tandasnya.
Kritik vs Hoaks!
Lebih jauh, Marwan mengajak masyarakat untuk bijak dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Menurutnya, pemerintah daerah terbuka dengan kritik yang objektif dan berbasis data, tetapi tidak akan tinggal diam terhadap opini menyesatkan yang bisa merusak citra ASN.
“Kami siap dikritik, tapi tolong sajikan data dan fakta. Mari kita bangun Bolsel bersama, bukan dengan opini liar yang menyesatkan,” pungkasnya. ***






