ERASTORI.COM – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan mengikuti rangkaian kegiatan Verifikasi Hybrid Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Menggunakan aplikasi Zoom Meeting, kegiatan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana Kabupaten Bolsel, telah memenuhi standar hak anak dan melindungi generasi muda.
Wakil Bupati Bolsel, Deddy Abdul Hamid, hadir langsung mewakili Bupati pada acara yang dipusatkan secara virtual ini. Didampingi oleh Sekretaris Daerah Marzansius A. Ohy, serta Ketua Pengadilan Agama Bolaang Uki dan sejumlah pejabat tinggi pratama.

Wabup memaparkan berbagai inisiatif daerah dalam rangka mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Forum Anak daerah setempat juga ikut berpartisipasi secara langsung, menunjukkan keterlibatan lintas pemangku kepentingan.
“Kami memfokuskan pencegah stunting dan pelindung anak dari kasus kekerasan serta eksploitasi anak,” ucapnya.
Sementara dari sisi kementerian, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak, Devi Nia Pradika, memantau jalannya verifikasi secara virtual.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Wanda C.L. Musu, serta perwakilan Polres Bolsel, turut bergabung melalui platform daring untuk mendengarkan paparan dan masukan seputar pemenuhan hak anak.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid memaparkan empat program prioritas yang dijalankan pemerintah daerah dalam mewujudkan KLA, yaitu:
Pemenuhan Hak Anak: memastikan akses pendidikan dan layanan kesehatan dasar sejak masa kehamilan hingga masa tumbuh kembang serta mencegah terjadinya Stunting.
Perlindungan Khusus Anak: mengefektifkan sistem pelaporan dan penanganan kasus kekerasan serta eksploitasi anak.

Pengelolaan Sistem Data Gender Anak: menyusun basis data terintegrasi untuk memantau perkembangan indikator kesejahteraan anak.
Program Perlindungan Perempuan: menguatkan upaya pencegahan kekerasan berbasis gender dan menyediakan layanan rehabilitasi bagi korban.
Lebih lanjut, Wabup Deddy menambahkan bahwa implementasi lima klaster konvensi Hak Anak di wilayah Bolaang Mongondow Selatan telah berlangsung melalui berbagai kegiatan, antara lain:
Hak Disiplin dan Kebebasan: sosialisasi hak anak di sekolah dan lingkungan masyarakat.
Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif: pelatihan orang tua serta program keluarga asuh bagi anak yatim/piatu.
Kesehatan dan Kesejahteraan: program imunisasi massal serta pemeriksaan tumbuh kembang anak terjadwal.
Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Budaya: penyelenggaraan lomba kreativitas dan ekstrakurikuler berbasis kearifan lokal.
Perlindungan Khusus dan Inovasi Pendukung: pemanfaatan teknologi informasi untuk layanan konsultasi dan pelaporan kekerasan terhadap anak.
Evaluasi ini menjadi momentum bagi Pemkab Bolaang Mongondow Selatan untuk menunjukkan capaian capaian riil di lapangan, seperti peningkatan angka partisipasi sekolah, ketersediaan fasilitas kesehatan ramah anak, serta efektivitas mekanisme penanganan pelaporan kasus kekerasan.
Hasil verifikasi nantinya akan menentukan apakah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan berhak menyandang predikat KLA tahun ini.
Asisten Deputi Devi Nia Pradika mengapresiasi antusiasme Pemkab Bolaang Mongondow Selatan dalam menyajikan data dan program yang telah dijalankan.
“Kami menghargai keseriusan jajaran pemerintahan daerah yang tetap hadir meski secara daring. Semoga proses verifikasi ini berjalan lancar sehingga hak-hak anak, mulai dari masa kehamilan hingga anak beranjak dewasa, dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya.
Lebih jauh, Devi menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga penegak hukum, dan komunitas anak menjadi kunci untuk meraih predikat Kabupaten Layak Anak.
“Dengan sinergi yang kuat, harapan kami adalah Bolaang Mongondow Selatan dapat meningkatkan kualitas layanan perlindungan anak dan perempuan, sehingga menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Indonesia,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKB-PPPA Bolsel, Suhartini Damo menegaskan, pihaknya akang selalu mendukung semua program Bupati Bolsel Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid.
“Kami akan terus menciptakan program-program yang mendukung visi misi daerah, yang menunjukkan adanya keselarasan tujuan antara dinas dan bupati.
Dukungan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga keterlibatan kami, berupa tindakan nyata dalam bentuk program penanganan Stunting,” pungkasnya. ***






