ERASTORI.COM – Pendampingan Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) dan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah (Kepsek) Jenjang SD & SMP se-Bolsel resmi ditutup, pada hari Minggu, 29 Juni 2025.
Kegiatan telah berlangsung selama 6 hari semenjak, hari Selasa, 24 Juni 2025 ini, ditutup dengan resmi oleh Ketua Tim Transformasi Pendidikan BPMP, Stevie Manonimbar, S.Pd, M.Pd.
Dalam sambutannya, Manonimbar mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kemitraan bersama Pemda Bolsel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolsel.

“Sebab Pemda Bolsel, merupakan kabupaten yang pertama kali se-Sulut yg melaksanakan kegiatan Program prioritas Kemendikdasmen dan terutama peningkatan Kompetensi kepada Kepsek,” ucapnya.
Ia juga berharap, semua kepala satuan pendidikan agar setelah kembali ke Bolsel, bisa mensosialisasikan program prioritas Kemendikdasmen ini kepada seluruh warga pendidikan.
“Segala pengetahuan tentang program prioritas Kemendikdasmen, tolong disampaikan kepada seluruh warga pendidikan di Bolsel,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kepala seksi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas), Satria Arjad, S.Pd sekaligus ketua panitia pada kegiatan ini menyatakan bahwa, dari 94 Satun pendidikan SD dan SMP hanya ada 92 kepsek yg hadir pada kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangatlah penting dan wajib diikuti bagi seluruh kepala sekolah,” tutur Satria.
Kepala seksi Kurikulum Dikdas juga menyayangkan, ada 2 kepala sekolah yang tidak hadir dalam kegiatan yang begitu penting ini.
“Sungguh disayangkan ada Kepsek yang tidak mengikuti kegiatan ini. Karena kegiatan ini merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dituangkan dalam astacita keempat,” tegasnya.

Kepala Seksi Peserta Didik Dikdas Abdul Ahmad Pakaya, S.Pi juga menambahkan, kemampuan manajerial dan kepemimpinan Kepsek akan mempengaruhi proses belajar-mengajar dilingkungan satuan pendidikan.
“Lemahnya kinerja kepala sekolah akan menimbulkan berbagai persoalan di lingkungan sekolah. Untuk itu, pelatih peningkatan manajerial dan kepemimpinan ini menjadi sesuatu kewajiban untuk diikuti oleh semua pimpinan satuan pendidikan,” pungkasnya. ***






