ERASTORI.COM – Suara mesin kembali meraung di kawasan perkebunan Oboi, Desa Ponompian. Debu mengepul, alat berat bekerja, dan tanah subur kembali terkoyak.
Setelah sempat terhenti, tambang emas ilegal di Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, bangkit lagi dengan aroma asing yang menyertainya.
Operasi yang dulu disegel oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Polres Bolmong, kini kembali berdenyut.
Tapi ada yang berbeda. Di balik aktivitas tambang yang kembali menggeliat, muncul dugaan keterlibatan investor asal China.
“Investornya dari China. Sekarang alat berat sudah mulai masuk dan beroperasi lagi,” ungkap seorang sumber, dilansir dari Pikiran Rakyat BMR, Senin, 7 April 2025.
Ia juga menyebutkan, sedikitnya empat warga negara asing (WNA) asal China terlihat langsung di lokasi tambang.
Kabar ini langsung memicu reaksi publik. Imigrasi Kotamobagu bahkan telah turun tangan melakukan pemeriksaan.
Kepala Kantor Imigrasi, Harapan Nasution, mengonfirmasi bahwa para WNA tersebut memang memiliki KITAS—izin tinggal resmi di Indonesia.
“Mereka legal secara keimigrasian. Tapi soal izin operasional tambang, itu bukan wewenang kami,” tegas Harapan.
Legal di atas kertas bukan berarti legal di lapangan. Pertanyaannya, apakah aktivitas tambang tersebut sudah mendapat restu dari lembaga berwenang?
Publik masih menanti sikap tegas dari aparat penegak hukum. Namun hingga saat ini, Kapolres Bolmong AKBP Lido Retro Antoro belum memberikan pernyataan.
Begitu pula Kepala DLH Bolmong, Yanny Pudul, yang belum merespons panggilan dan pesan dari media.
Ketiadaan respons ini kian memperkuat kesan bahwa ada sesuatu yang ditutup-tutupi. Bukan rahasia lagi, tambang ilegal selalu membawa konsekuensi besar, kerusakan lingkungan, potensi konflik sosial, hingga pelanggaran hukum.
Kawasan Oboi yang dikenal subur dan hijau, terancam berubah menjadi lubang-lubang tak bertuan yang meninggalkan luka permanen.
Keterlibatan asing dalam tambang tanpa izin di wilayah Indonesia bukan hanya persoalan ekonomi dan hukum, tapi juga soal kedaulatan.***






