ERASTORI.COM – Panitia HUT Ke- 175 Kecamatan Bolang Uki, gelar Seminar Budaya ‘Pakaian Adat Bolango‘ yang dilaksanakan di guest house, Desa Popodu, Senin, 28 Oktober 2024.
Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan dalam dalam rangka memperingati HUT Ke- 175 Kecamatan Bolang Uki. Asisten Bidang Pemerintahan Alsyafri U Kadullah, S.Pd, M.Pd membuka secara resmi kegiatan ini.

Kepada media, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Rante Hattani mengatakan, terlaksananya seminar budaya pakaian adat bolango ini, semoga mampu menghasilkan sebuah kesepakatan, baik model maupun tata cara penggunaannya, karena pakaian adat merupakan ciri khas suatu daerah.
“Karena selama ini kita masih belum memiliki sebuah pedoman bagaimana pakaian adat Bolango beserta penggunaannya,” jelasnya.

Kadis juga menegaskan, pihaknya akan terus mendukung semua kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan dan budaya.
“Di Kabupaten Bolsel terdapat banyak etnis dan suku Bolango adalah salah satunya, sehingga hasil seminar ini bisa memperkaya khasanah budaya di Bolsel,” ucap Rante.

Ia juga mengapresiasi semua pihak, yang ikut membantu terlaksananya kegiatan seminar budaya ini.
“Alhamdulilah kegiatan ini mendapat support dari masyarakat khususnya tokoh-tokoh adat. Bahkan mereka bersyukur pemerintah dan panitia bisa menggagas kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai budaya di Bolsel,” ungkap Kadis.
Masih ditempat yang sama, Kadis Pariwisata (Kadispar) Bolsel, Wahyudin Kadullah mengatakan, budaya adalah warisan yang sangat berharga dan harus dilestarikan.

“Jadi, budaya berperan penting sebagai perekat sosial, pembangun karakter, serta pembangkit rasa nasionalisme dan cinta tanah air,” katanya.
Lebih jauh Kadis Pariwisata mengungkapkan, pernikahan adat suku bolango telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,Riset dan Teknologi, di Hotel Holiday Inn & Suites Gajah Mada Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2024 yang lalu.
“Sebelumnya Tari Dangisa telah ditetapkan sebagai WBTB, dan semoga kedepannya akan ada lagi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, narasumber yang dipercaya memberikan pemaparan berdasarkan sumber-sumber yang telah dikumpulkan dari Tokoh-Tokoh Adat adalah Delfian Giputra Thanta,S.Kom dan Ika Juliastry Pontoh,SH,M.Si. (HIRO)






