ERASTORI.COM – Masalah buruknya kualitas gizi dan masih tingginya angka stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), menjadi salah satu topik debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bolsel.
Dilaksanakan di Hotel Sutanraja, Kotamobagu, Senin (21/10/24), Hartina Badu calon Wabup Bolsel menanyakan, upaya penurunan angka Stunting kepada calon Wabup incumbent, Deddy Abdul Hamid.
Namun menurut Wabup Bolsel petahana, Hartina Badu berbicara tanpa data dan tidak sesuai fakta di lapangan.
“Berdasarkan data e-PPGBM bulan Februari 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) adalah 2,75 persen,” ucapnya.
Sesuai data, Pemda Bolsel telah memenuhi target RPJMD Perubahan Kabupaten Bolsel tahun 2021-2026, dengan target prevalensi stunting pada tahun 2024 sebesar 5,8%.
“Capai penekan prevalensi stunting, merupakan hasil dari proses panjang yang telah dilakukan Pemda Bolsel,” tegasnya.
Usai debat, Wabup Deddy menerangkan berbagai program, kegiatan dan inovasi yang dirancang khusus oleh Pemkab Bolsel kepada media.
“2021 ke tahun 2022 turun sebesar 9,5 persen dari 37,4 persen, di tahun 2021 menjadi 27,9 persen di tahun 2022. Namun berdasarkan hasil SKI tahun 2023, terjadi peningkatan prevalensi stunting dari angka 27,9 menjadi 33 persen,” tuturnya.
Lanjutnya, tren prevalensi stunting di Bolsel berdasarkan data E-ppgbm tahun 2019 sampai dengan tahun 2024 terlihat bahwa, terjadi tren penurunan prevalensi stunting yang sangat signifikan. Di mana tahun 2019 sebesar 15,66% dan menjadi 2,19% pada hasil pengukuran terkini bulan Agustus 2024.
“Berdasarkan hasil pengukuran dan entry pada e-ppgbm capaian persentase prevalensi stunting Bolsel pada Agustus 2024 adalah sebesar 2,19 persen yang berarti telah memenuhi target capaian pada RPJMD,” urainya.
Untuk diketahui, berikut sejumlah langkah strategis Pemda Bolsel, dalam percepatan penurunan stunting:
1. Intervensi Spesifik, seperti pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, dan balita rutin di posyandu serta membagikan susu gratis.
2. Intervensi Sensitif, yaitu sosialisasi dan edukasi calon pengantin, pendampingan keluarga resiko stunting dan keluarga dengan balita stunting, pembangunan sarpras sanitasi (jamban sehat) dan rumah layak huni bagi keluarga miskin dan beresiko stunting.
3. Inovasi Si-pinter, merupakan sistem informasi yang dibangun untuk memudahkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi program kegiatan terkait intervensi stunting yang dilaksanakan oleh Pemerintah Bolsel.

Sebelumnya, calon Wabup Bolsel, Hartina Badu menanyakan, upaya Bupati dan Wakil Bupati Bolsel, H. Iskandar Kamaru bersama Deddy Abdul Hamid, menurunkan angka Stunting.
“Bagaiman pemerintah memastikan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan. Pelayanan Posyandu, pemberian gizi pada balita, pembekalan kepada petugas kesehatan, ketersediaan sanitasi dan Mck, akan sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya anak,” ucap Hartina.
Ia memastikan, jika pasangan calon dengan slogan Madu terpilih nanti, akan menurunkan angka Stunting di Kabupaten Bolsel.
“Ketika terpilih, pasti kami akan memperhatikan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan sampai usia dua tahun,” pungkasnya. (HIRO)






