• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 21 Mei 2026
ERASTORI.com - Mendalami Informasi Terkini
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
ERASTORI.com - Mendalami Informasi Terkini
No Result
View All Result

Bawa Nama Institusi Polda Sulut, Bripka FRA Diduga Usir Penambang di Ratatotok

20 Mei 2026
in Nasional, Peristiwa
Bawa Nama Institusi Polda Sulut, Bripka FRA Diduga Usir Penambang di Ratatotok
0
SHARES
0
VIEWS
BagikanBagikan

ERASTORI.COM, RATAHAN – Seorang oknum anggota Polda Sulawesi Utara berinisial Bripka FRA diduga melakukan pengambilalihan paksa lokasi tambang emas di kawasan Nona Hoa, Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Selasa, 19 Mei 2026.

Tindakan tersebut memicu keresahan para penambang setempat karena Bripka FRA disebut datang membawa nama institusi Polda Sulut, sehingga sempat menimbulkan kesan adanya kegiatan penertiban resmi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Bripka FRA datang bersama sejumlah orang ke lokasi tambang emas Nona Hoa dan memasuki mess yang sebelumnya digunakan para pekerja tambang.

Sejumlah barang seperti terpal, kayu, pipa, hingga perlengkapan tambang lainnya dilaporkan dipindahkan dari lokasi tersebut.

Salah satu sumber Tribun Manado berinisial AZ mengatakan, para penambang awalnya mengira kedatangan Bripka FRA berkaitan dengan operasi penertiban resmi.

“Mess memang sudah tidak lagi ditempati pekerja sebelumnya, tetapi beberapa perlengkapan kerja masih ada di lokasi,” ujar AZ.

Menurut dia, para penambang tidak berani melakukan perlawanan, karena Bripka FRA membawa nama institusi kepolisian.

“Dia membawa nama petinggi Polda Sulut. Kami pikir ada penertiban resmi, ternyata tidak. Kami semua diusir dari lokasi dan pekerjaan pun terhenti,” katanya.

Keterangan serupa disampaikan sumber lain berinisial SH. Ia mengaku tidak dapat berbuat banyak saat sejumlah barang, seperti terpal, kayu, dan kabel listrik, disebut ikut diamankan.

“Kami terpaksa turun dari lokasi karena dia datang membawa nama Polda Sulut,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulut, AKBP Antonius Gea, menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang melakukan kegiatan penertiban di kawasan tambang tersebut.

“Tidak ada sama sekali,” tegas Antonius saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Ia juga mengaku baru mengetahui informasi terkait dugaan aktivitas tersebut.

“Saya malah baru tahu,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sulut, Kombes Pol Raimond Ukoli, yang mengaku terkejut saat menerima informasi adanya anggota Polda Sulut yang diduga melakukan penertiban di Ratatotok.

“Sepengetahuan saya tidak ada penertiban atau operasi di Ratatotok,” ujarnya.

“Makanya saya kaget mendengar informasi ada anggota Polda Sulut yang berada di lokasi tambang tersebut,” sambung Raimond.

Ia menegaskan akan menelusuri kebenaran informasi itu, mengingat setiap kegiatan penertiban seharusnya berada dalam koordinasi biro operasi.

“Saya akan cari tahu. Karena kalau bicara penertiban, itu juga menjadi ranah saya,” katanya.

Dari penelusuran, Bripka FRA diketahui merupakan anggota Resmob Ditreskrimum Polda Sulut. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait keterlibatannya dalam persoalan tambang yang secara fungsi lebih berkaitan dengan penanganan tindak pidana tertentu (Tipidter), serta tidak tercatat sebagai bagian dari operasi resmi kepolisian.

Saat dikonfirmasi, Bripka FRA membantah tudingan bahwa dirinya melakukan penertiban tidak resmi.

“Saya menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar. Selain itu, pemberitaan tersebut juga tidak berimbang,” ujarnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Bripka FRA belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait maksud dan tujuan kehadirannya di lokasi tambang emas Nona Hoa, Ratatotok.***

Komentar Facebook
Tags: KapoldaPolda SulutPolisiRatatotokTambang
Previous Post

Rekomendasi LKPJ 2025 Diserahkan, Pemkot Kotamobagu Siap Berbenah

Bawa Nama Institusi Polda Sulut, Bripka FRA Diduga Usir Penambang di Ratatotok

Bawa Nama Institusi Polda Sulut, Bripka FRA Diduga Usir Penambang di Ratatotok

20 Mei 2026
Rekomendasi LKPJ 2025 Diserahkan, Pemkot Kotamobagu Siap Berbenah

Rekomendasi LKPJ 2025 Diserahkan, Pemkot Kotamobagu Siap Berbenah

30 April 2026
Resty Mangkat Somba Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Dasar di Posyandu

Resty Mangkat Somba Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Dasar di Posyandu

29 April 2026
Wali Kota Weny Gaib Pimpin Upacara Hari Kartini dan Hari Otda Tahun 2026

Wali Kota Weny Gaib Pimpin Upacara Hari Kartini dan Hari Otda Tahun 2026

29 April 2026
Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kotamobagu Tampil Anggun dengan Kain Lukis di Peringatan Hari Kartini

Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kotamobagu Tampil Anggun dengan Kain Lukis di Peringatan Hari Kartini

29 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2022 ERASTORI.com

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection