• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 19 April 2026
ERASTORI.com - Mendalami Informasi Terkini
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
ERASTORI.com - Mendalami Informasi Terkini
No Result
View All Result

Dumagin Darurat Bencana! Warga Minta Polres Bolsel Tertibkan Cukong PETI di Lukosina

14 Oktober 2025
in Bolsel, Nasional
Dumagin Darurat Bencana! Warga Minta Polres Bolsel Tertibkan Cukong PETI di Lukosina
0
SHARES
0
VIEWS
BagikanBagikan

ERASTORI.COM — Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan hutan Lukosina, Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim), Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), kini mulai menimbulkan bencana serius. Akibat rusaknya hutan yang seharusnya menjadi daerah resapan air, warga di sejumlah desa, terutama di Desa Dumagin Kecamatan Pinolosian, harus menanggung dampaknya — banjir yang tak kunjung berhenti setiap musim hujan datang.

Warga mengaku, sebelum adanya aktivitas tambang ilegal, wilayah mereka jarang sekali dilanda banjir. Namun sejak PETI marak di hutan Lukosina, hujan dengan intensitas sedang pun sudah cukup membuat sungai meluap dan menenggelamkan rumah-rumah warga.

“Dulu kami tak pernah kebanjiran, tapi semenjak adanya aktivitas PETI ini, desa kami pasti selalu banjir,” ujar AL, warga Dumagin, Selasa (14/10/2025).

Ibu tiga anak itu menuturkan, hujan satu jam saja sudah cukup membuat jembatan di desanya tertutup air. Air sungai yang dulu jernih, kini berubah menjadi keruh kecoklatan akibat lumpur dari kawasan tambang.

“Sekarang air sungai kami sudah berwarna coklat. Dulu masih sangat jernih,” katanya dengan nada kecewa.

Senada, warga lainnya IS mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah, namun tak ada langkah nyata yang diambil untuk menertibkan para pelaku tambang ilegal.

“Sudah belasan kali kami mengeluh, tapi sampai sekarang tak ada solusinya. Para cukong PETI di Lukosina seperti kebal hukum,” ujarnya.

Menurutnya, para cukong tambang ini memiliki belasan ekskavator yang beroperasi bebas merusak hutan tanpa izin.

“Mereka seenaknya mengeruk tanah di hutan kami. Tak ada penindakan sama sekali, padahal sudah jelas merusak lingkungan,” tegasnya.

Warga juga menyebut ada beberapa nama pemain lama yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut. Salah satunya berinisial SP alias Tole, yang disebut telah lama beroperasi di wilayah Bolmong dan Bolsel.

“Dia (Tole) pemain lama, sudah bertahun-tahun main tambang ilegal tapi tak pernah tersentuh hukum,” ungkap warga.

Warga pun berharap pihak kepolisian tidak menutup mata terhadap penderitaan mereka.

Ia mengaku sangat dirugikan dengan adanya aktivitas penambangan ilegal, dan meminta pihak penegak hukum untuk segera merespon keluhan mereka.

“Kami hanya dapat limbah dan bencananya. Tapi mereka yang kaya dari hasil tambang. Harapan kami, Polres Bolsel segera bertindak tegas,” kata IS.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bolsel, Iptu Muhammad Iqbal, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.

“Tentunya kami akan kaji dulu. Saya berterima kasih atas informasinya karena saya masih baru di Polres Bolsel,” ujarnya.

Kasat menegaskan, Polres Bolsel akan menindaklanjuti, informasi terkait aktivitas tambang Tampa izin.

“Setiap laporan masyarakat pasti kami tindaklanjuti, tapi tentu sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.

Maraknya aktivitas tambang ilegal yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan bencana, Bolsel kini berada dalam kondisi darurat PETI. Jika tak segera ditangani, bukan hanya hutan Lukosina yang hilang, tetapi juga keselamatan dan masa depan masyarakat di pesisir selatan Sulawesi Utara yang terancam.***

Komentar Facebook
Tags: BolselDumaginPetiTole
Previous Post

Pisah Sambut Camat Posigadan, Bupati: Pelantikan Pejabat Berdasarkan Aturan, dan Kinerja

Next Post

Bupati dan Wabup Bolsel Turlpa Tinjau Proyek Pembangunan Strategis di Bolaang Uki

Next Post
Bupati dan Wabup Bolsel Turlpa Tinjau Proyek Pembangunan Strategis di Bolaang Uki

Bupati dan Wabup Bolsel Turlpa Tinjau Proyek Pembangunan Strategis di Bolaang Uki

Peresmian Jembatan Motabi, Dihadiri Wakil Ketua DPRD Kotamobagu

Peresmian Jembatan Motabi, Dihadiri Wakil Ketua DPRD Kotamobagu

19 Maret 2026
DPRD Kotamobagu RDP Dengan Pertanahan Kotamobagu

DPRD Kotamobagu RDP Dengan Pertanahan Kotamobagu

9 Maret 2026
Tersangkut Laporan Perlindungan Anak, Sosok RP Memiliki Riwayat Putusan Pidana Kasus Kekerasan

Tersangkut Laporan Perlindungan Anak, Sosok RP Memiliki Riwayat Putusan Pidana Kasus Kekerasan

10 Februari 2026
Ibu RS: Permohonan Maaf Ini Bukan Pengakuan Salah, Anak Kami Tetaplah Korban

Ibu RS: Permohonan Maaf Ini Bukan Pengakuan Salah, Anak Kami Tetaplah Korban

8 Februari 2026
Masuk Tahap Penyidikan, Kejari Kotamobagu Geledah Bawaslu Terkait Dana Hibah Pilkada

Masuk Tahap Penyidikan, Kejari Kotamobagu Geledah Bawaslu Terkait Dana Hibah Pilkada

20 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
© 2022 ERASTORI.com

Developed by Pratama Connection

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • DAERAH
    • KOTAMOBAGU
    • BOLSEL
    • BOLMONG
    • BOLMUT
    • BOLTIM
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • PARIWISATA
  • RAGAM
  • ADVERTORIAL

Developed by Pratama Connection