ERASTORI.COM, BOLMONG – Akses vital masyarakat kembali diterpa bencana! Ruas jalan Trans Sulawesi di Desa Muntoi, Kecamatan Passi Barat, Kabupaten Bolmong, longsor hingga kedalaman 8 meter dengan panjang ambruk mencapai 13 meter, Rabu malam (17/9/2025).
Menanggapi kondisi darurat ini, Ketua DPRD Bolmong Tonny Tumbelaka turun langsung ke lokasi, Kamis (18/9/2025), sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kini terancam terisolasi akibat runtuhnya jalur utama penghubung Kotamobagu–Bolmong–Manado.
“Kami tidak tinggal diam. Jalan ini adalah urat nadi ekonomi masyarakat. Perbaikannya harus jadi prioritas,” tegas Tonny di hadapan warga.
Longsor tersebut bukan hanya memutus mobilitas warga, namun juga melumpuhkan distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi lainnya. Apalagi, jalur ini merupakan satu-satunya akses strategis lintas provinsi di Sulawesi Utara.
Pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) pun langsung bertindak cepat dengan memberlakukan sistem satu jalur (one way system) serta memasang pembatas keamanan untuk mencegah kecelakaan.
PPK Wilayah II Sulut, Adrian Glandie Rau, ST, menegaskan bahwa penanganan harus ekstra.
“Ini bukan sekadar longsor biasa. Platdeker yang sudah berusia lebih dari 15 tahun telah putus dihantam hujan deras. Solusinya harus jembatan baru, bukan lagi pasangan batu,” tegasnya.
BPJN juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari aparat kepolisian, TNI, Satpol PP, BPBD, hingga masyarakat yang turut membantu penanganan awal bencana tersebut.
Dengan kondisi cuaca yang masih terus diguyur hujan, Ketua DPRD Bolmong mengingatkan agar semua pihak bekerja maksimal demi mencegah longsor susulan.
“Kami akan kawal langsung agar perbaikan segera rampung. Jalan ini tidak boleh dibiarkan terputus lebih lama, demi kepentingan rakyat,” tandas Tonny Tumbelaka. **






