EARSTORI.COM, BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), terus menunjukkan komitmennya dalam menjadikan wilayahnya sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).
Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Bolsel melaksanakan, Rapat Gugus Tugas KLA yang berlangsung di ruang BERKAH, kompleks kantor bupati setempat, Senin, 5 Mei 20225.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi capaian yang telah diraih, memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, serta menyusun langkah-langkah strategis dalam pemenuhan hak anak secara menyeluruh di wilayah Bolsel.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas PPKB-PPPA Bolsel, Dra. Suhartini Damo, ME dan laporan kegiatan disampaikan oleh, Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, ST Mardatillah Van Gobel, SIP, MAP.
Dalam laporannya, Van Gobel menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor guna mengakselerasi capaian KLA.
Sebagai narasumber, hadir tim dari Gugus Tugas KLA Provinsi Sulawesi Utara yakni Ni Ketut Suartini, M.Kes dan Selvina Politon, S.Psi. Mereka memaparkan indikator-indikator penilaian serta tantangan yang harus diatasi dalam pembangunan KLA.

Tiga Fokus Utama dalam Rapat
Rapat ini menitikberatkan pada tiga aspek utama:
Evaluasi Capaian Indikator KLA Meliputi lima klaster utama yaitu: hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta perlindungan khusus.
Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor Upaya ini diarahkan pada peningkatan sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD), masyarakat, dunia usaha, serta media untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak.
Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penyusunan RAD menjadi penting untuk memastikan setiap klaster mendapat dukungan kebijakan dan alokasi anggaran yang memadai.

Tantangan dan Isu Krusial
Dalam pemaparan data yang disampaikan, Bolsel masih dihadapkan pada sejumlah permasalahan seperti kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta kasus perkawinan anak.
Lingkungan keluarga yang belum sepenuhnya mendukung tumbuh kembang anak juga menjadi sorotan. Oleh karena itu, pengembangan fasilitas ramah anak seperti Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dan Puskesmas Ramah Anak (PRA) terus diupayakan secara optimal.
Solusi dan Langkah Strategis
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, tim Gugus Tugas merumuskan sejumlah strategi, di antaranya:
Mendorong lahirnya regulasi dan kebijakan pro-anak dari tingkat kabupaten hingga desa.
Menguatkan peran Forum Anak Daerah (FAD) sebagai ruang partisipatif bagi anak-anak dalam menyuarakan aspirasinya.
Meningkatkan layanan konsultasi keluarga melalui Program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sendiri telah meraih predikat KLA kategori Pratama. Tahun ini, harapannya ditingkatkan ke kategori Nindya. Untuk itu, komitmen dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan. ***






